BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI DATA
Berdasarkan bentuk-bentuk
penerapannya, system komunikasi data dapat berupa Off-line Communication
System atau On-line Communication System.
Sistem Komunikasi Off-Line
Off-line communication system adalah
suatu sistem pengiriman data melalui fasilitas telekomunikasi dari satu lokasi
ke pusat pengolahan data, tetapi data yang dikirim tidak langsung diproses oleh
CPU (Central Processing Unit).
Terminal
Terminal adalah suatu I/O device
yang digunakan untuk mengirim data dan menerima data jarak jauh dengan
menggunakan fasilitas komunikasi. Peralatan terminal ini bermacam-macam,
seperti magnetic tape unit, disk drive, paper tape,dan lain-lain.
Jalur Komunikasi
Jalur komunikasi adalah fasilitas
komunikasi yang sering digunakan, seperti telepon, telegraf, telex, dan dapat
juga dengan fasilitas lainnya.
Modem
Modem adalah singkatan dari
Modulator / Demodulator. Suatu alat yang mengalihkan data dari sistem kode
digital ke dalam sistem kode analog dan sebaliknya.
Sistem komputer
Komputer merupakan perangkat utama
untuk pemrosesan data yang akan menerima input data dari setiap terminal dan
menghasilkan output yang berupa informasi yang diinginkan oleh pengguna sistem.
Sistem komunikasi ON-Line
Berbeda dengan system komunikasi
offline, pada system komunikasi on-line ini data yang dikirim melalui terminal
dapat langsung diolah oleh pusat komputer, dalam hal ini CPU.
Online communication system dapat
berbentuk :
- Realtime system
- Batch processing system
- Timesharing system
- Distributed data processing system
Realtime system
Sistem Real Time merupakan
suatu system pengolahan data yang membutuhkan tingkat transaksi dengan
kecepatan tinggi. American Airlines merupakan perusahaan yang pertama kali
mempelopori sistem ini. Pada system Real Time, pengolahan data harus
berpusat pada CPU yang relatif besar karena sistem ini didukung dengan system
operasi yang rumit dan system aplikasi yang panjang dan kompleks.
Kemudian file induk atau master file
dalam harus diupdate dan harus tersedia setiap saat jika dipergunakan sehingga
diperlukan sentralisasi dalam pengorganisasian file agar system bisa lebih
efektif dan efisien. Disamping itu, mengingat file-file tersebut harus selalu
siap sedia setiap saat jika dibutuhkan dalam pengolahan data, maka file-file tersebut
harus disimpan pada input output device yang bisa diakses secara
langsung.
Penggunaan sistem ini memerlukan
suatu teknik dalam hal sistem disain, dan pemograman. Hal ini disebabkan karena
pada pusat komputer dibutuhkan suatu bank data atau database yang siap untuk
setiap kebutuhan. Biasanya peralatan yang digunakan sebagai database adalah magnetic
disk storage, karena dapat mengolah secara direct access (akses
langsung), dan perlu diketahui bahwa pada sistem ini menggunakan kemampuan
multiprogramming, untuk melayani berbagai macam keperluan dalam satu waktu yang
sama.
Batch Processing System
Batch Processing System merupakan teknik pengolahan data dengan menumpuk data
terlebih dahulu dan diatur pengelompokan data tersebut dalam kelompok-kelompok
yang disebut batch. Jadi pada dasarnya, sistem ini akan memproses suatu
data setelah data itu terkumpul atau tertumpuk terlebih dahulu. Sistem tumpuk
ini merupakan sistem pengolahan data yang paling tua meskipun juga paling
populer dibanding dengan sistem yang lainnya.
Dalam sistem Batch ini, setumpuk
dokumen dikumpulkan dan dirubah ke dalam file-file input yang bisa terbaca
komputer baik berupa punch card ataupun disk. Pendekatan system ini diterapkan
untuk aplikasi yang memiliki jumlah data besar sehingga diperlukan pemeriksaan
pendahuluan yang cermat sebelum data diolah. Model ini juga diterapkan dalam
sistem informasi yang tidak memerlukan akses secara langsung dari waktu ke
waktu melainkan adalah tingkat periode. Misalnya laporan yang dibutuhkan dalam periode
mingguan, bulanan, triwulan, dan sebagainya.
Time Sharing System
Pada tahun 1959 Christopher
Starachy, salah seorang teknokrat dunia telah memberikan ide mengenai pembagian
waktu yang dilakukan oleh CPU. Baru pada tahun 1961, pertama kali sistem yang
benar-benar berbentuk time sharing system dilakukan di MIT (Massachusetts
Institute of Tecnology) dan diberi nama CTSS (Compatible Time Sharing System)
yang bisa melayani sebanyak 8 pemakai dengan menggunakan komputer IBM 7090.
Time sharing system adalah suatu
teknik penggunaan online system oleh beberapa pemakai secara bergantian menurut
waktu yang diperlukan pemakai
Salah satu penggunaan time sharing
system ini dapat dilihat dalam pemakaian suatu teller terminal pada suatu bank.
Bilamana seorang nasabah datang ke bank tersebut untuk menyimpan uang atau
mengambil uang, maka buku tabungannya ditempatkan pada terminal.
Distributed Data Processing System
Distributed data processing (DDP)
sistem merupakan bentuk yang sering digunakan sekarang sebagai perkembangan
dari time sharing system. DDP sistem dapat didefinisikan sebagai suatu system
komputer interaktif yang terpencar secara geografis dan dihubungkan dengan
jalur telekomunikasi dan setiap komputer mampu memproses data secara mandiri
dan mempunyai kemampuan berhubungan dengan komputer lain dalam suatu system.